Satu Gereja masuk Islam
Assalamu’alaikum Wr Wb

Sahabatku yang baik, hari ini aku
tiba-tiba sedih melihat status fb temenku. Sebut saja si Fulan. Saya
mengenalnya waktu kegiatan OSPEK di kampus tahun lalu. Tapi sayangnya si
Fulan adalah seorang Nasrani. Aku kerap kali sedih ketika bertemu
dengan seorang nasrani. Entah kenapa, yang pasti dalam benakku terdapat
keinginan dan harapan bahwa ia mengetahui agama Islam adalah agama yang
haqiqi.
Dalam statusnya, ia begitu bangga dengan kalimat yang
kalo gak salah ia kutip dari kitab nasrani. Seketika itu aku mendadak
teringat dengan tausyiah ust. Sunhadi kepada para santri PESMA beberapa
bulan yang lalu. Cerita itu mengisahkan seorang pemuda Arab yang menimba
ilmu di Amerika rabu, 22 Februari 2006 silam.
Singkat cerita ada
seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya. Selain
belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia
berkenalan dengan salah seorang nasrani. Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.
Pada
suatu hari, mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan, namun karena ia terus mendesak, akhirnya pemuda
itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk
di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.
Ketika
pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan,
lantas kembali duduk. Di saat itu, si pendeta agak terbelalak ketika
melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang
muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming
dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali,
namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.
Hingga akhirnya
pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin
keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia
bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang
muslim?" Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."
Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin
memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa
pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus
mengkokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat
tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda
22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda
tersenyum dan berkata, "Silahkan!"
Sang pendeta pun mulai bertanya,
"◘ Sebutkan satu yang tiada duanya,
◘ Dua yang tiada tiganya,
◘ Tiga yang tiada empatnya,
◘ Empat yang tiada limanya,
◘ Lima yang tiada enamnya,
◘ Enam yang tiada tujuhnya,
◘ Tujuh yang tiada delapannya,
◘ Delapan yang tiada sembilannya,
◘ Sembilan yang tiada sepuluhnya,
◘ Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
◘ Sebelas yang tiada dua belasnya,
◘ Dua belas yang tiada tiga belasnya,
◘ Tiga belas yang tiada empat belasnya.
◘ Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
◘ Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
◘ Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
◘ Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
◘ Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
◘ Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
◘ Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
◘ Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
◘
Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30
daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah
sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu
tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah
membaca basmalah ia berkata,
"◘ Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
◘
Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan
Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)."
(Al-Isra':12).
◘ Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang
dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh
seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir
roboh.
◘ Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al- Qur'an.
◘ Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
◘ Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
◘
Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT
berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang." (Al-Mulk:3).
◘ Delapan yang tiada
sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
"Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-penjuru langit. Dan pada hari
itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala)
mereka." (Al-Haqah: 17).
◘ Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah
mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang
bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.
◘
Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT
berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka untuknya sepuluhkali
lipat." (Al-An'am: 160).
◘ Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.
◘
Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang
terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air
untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan
tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air."
(Al-Baqarah: 60).
◘ Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
◘
Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu
Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai
menyingsing." (At-Takwir:18).
◘ Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
◘
Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara
Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami,
sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di
dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, "tak ada cercaaan terhadap
kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun
bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang."
◘ Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia
sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya
sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).
◘ Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
◘
Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api
ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah
SWT berfirman, "Wahai api, dinginlah dan selamatkan Ibrahim."
(Al-Anbiya': 69).
◘ Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta
Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang
terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
◘
Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu
daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
◘ Adapun pohon yang
memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan 2 di bawah sinaran matahari.
Maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan
buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari
dan dua di siang hari."
Pendeta dan para hadirin merasa takjub
mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak
hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta
agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang
pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar
pertanyaan itu, lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti
keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan
kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja
itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia
berusaha mengelak.
Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22
pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu
1 pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh
aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian
marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."
Sang pendeta pun berkata,
" Asyhadu an La Ilaha Illallah wa'asyhaduanna Muhammadar Rasulullah."
Para
hadirin begitu terkejut, namun apa dikata jika memang Islam membawa
keselamatan. Akhirnya sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja
itu pun langsung memeluk agama Islam.
Subhanallah, ISLAM sebenarnya memang agama yang haqiqi dan sumber dari
segala keselamatan. Dari postingan kali ini aku berharap seseorang mampu
berfikir tentang apa yang ia yakini. Hingga ia menyadari bahwa ISLAM
lah yang ia cari.
Assalamu’alaikum Wr Wb
Baju Muslim
Toko Online Baju Muslim
Untuk pemesanan silahkan kirim :
Nama | Alamat Lengkap | Nomor yang dapat dihubungi.
Jumlah | Nama Produk | Model | Warna | Ukuran.
Telp:
0813 1110 6637
0857 1930 6033
0877 7107 9633
021 - 741 1472
SMS Center:
0857 1930 6033